Skip to main content

PKBI KEPRI

Menulis dari Pengalaman, Mengabadikan Perubahan: PKBI Kepri Bersama Komunitas RWS dan RUS

Tanjungpinang, PKBI Kepri — Perkumpulan Keluarga Berenecana Indonesia (PKBI) Kepulauan Riau melalui Program INKLUSI menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Success Story sebagai ruang belajar bagi komunitas untuk mendokumentasikan pengalaman, proses perjuangan, serta perubahan yang terjadi dalam perjalanan mereka.

Kegiatan ini menghadirkan Fatih Muftih dari MekaniKata sebagai narasumber dan diikuti oleh komunitas Rumpun Waria Sehati (RWS) dan Koperasi Rumpun Usaha Sehati (RUS), perwakilan mitra Puskesmas Seijang, DED PKBI Kepri, serta Tim Inklusi PKBI Kepri. Kegiatan dibuka oleh Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kepulauan Riau, Bapak Ahmad Syahroni S.Pd., yang menyampaikan bahwa dokumentasi cerita perubahan menjadi bagian penting dalam melihat proses penguatan komunitas.

Dalam sambutannya, Ahmad menekankan bahwa penguatan komunitas tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya akses terhadap berbagai layanan, tetapi juga dengan semakin kuatnya organisasi dan kemampuan komunitas untuk membangun akses secara mandiri.

“Cerita sukses ini saya harap nantinya agar teman-teman secara mandiri membangun akses itu. Misalnya, pemenuhan akses identitas terpenuhi, pemenuhan perlindungan terpenuhi, pemenuhan pendidikan alternatif terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran bersama antara pengurus dan anggota dalam memperkuat organisasi RWS agar ke depan dapat menjadi mitra strategis, baik bagi PKBI maupun organisasi lainnya.

Belajar Menulis Cerita dari Pengalaman Sendiri

Narasumber Kak Fatih Muftih mengajak peserta memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak untuk didokumentasikan. Menurutnya, pengalaman hidup yang terlihat sederhana dapat memiliki makna ketika dikemas melalui sebuah cerita yang baik.

Peserta diperkenalkan pada tiga unsur penting dalam penulisan cerita personal, yaitu peristiwa, reaksi, dan makna. Peristiwa menjadi titik awal cerita, reaksi menggambarkan bagaimana seseorang menghadapi pengalaman tersebut, sedangkan makna menunjukkan pembelajaran atau perubahan yang diperoleh dari pengalaman tersebut.

Peserta juga diperkenalkan dengan struktur tiga babak dalam penulisan cerita, yaitu pengenalan, perjuangan, dan penutup. Struktur tersebut membantu penulis menggambarkan perjalanan tokoh secara lebih runtut, mulai dari kondisi awal, tantangan yang dihadapi, hingga perubahan atau pembelajaran yang diperoleh.

Dalam proses pembelajaran, peserta juga diajak untuk tidak melihat keberhasilan hanya dari hasil akhir. Perjalanan, tantangan, kegagalan, serta upaya untuk bangkit kembali merupakan bagian penting yang dapat memberikan kekuatan pada sebuah kisah.

Menulis untuk Mendokumentasikan Perubahan

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar mengenai teknik penulisan, tetapi juga diajak untuk melihat kembali pengalaman hidup sebagai bagian dari proses perubahan. Cerita personal yang sebelumnya dianggap sederhana ternyata dapat menjadi dokumentasi penting untuk menunjukkan bagaimana seseorang menghadapi tantangan, membangun keterampilan, mengembangkan usaha, mengakses layanan, serta memperoleh dukungan dari lingkungan di sekitarnya.

Pelatihan ini juga menjadi ruang bagi komunitas untuk menyuarakan pengalaman mereka melalui cerita yang ditulis dari sudut pandang mereka sendiri. Dengan demikian, dokumentasi tidak hanya menjadi catatan kegiatan, tetapi juga dapat menggambarkan proses dan perubahan yang dialami secara lebih utuh. Melalui Program INKLUSI, PKBI Kepri terus mendorong penguatan komunitas agar semakin mampu mengenali potensi, mendokumentasikan pengalaman, membangun jejaring, serta mengembangkan organisasi secara berkelanjutan. Pelatihan Penulisan Success Story menjadi salah satu ruang untuk memastikan bahwa proses tersebut tidak hanya berlangsung, tetapi juga tercatat dan dapat menjadi pembelajaran bagi komunitas maupun pihak lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *