Skip to main content

PKBI KEPRI

PKBI Kepri Gelar Case Conference di Tanjungpinang, Perkuat Sistem Rujukan dan Kolaborasi Penanganan Kasus

TANJUNGPINANG,PKBIKEPRI – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Case Conference at District Level di Kota Tanjungpinang, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sistem rujukan antar pemangku kepentingan dalam penanganan kasus di tingkat daerah.

Forum tersebut menghadirkan berbagai pihak terkait untuk membahas tantangan yang dihadapi di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan layanan, serta menyusun langkah penanganan kasus secara bersama dan terintegrasi.

Ketua Pengurus PKBI Daerah Kepri, Ika Susanti, mengatakan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan dan pendampingan yang optimal.

“Melalui kegiatan Case Conference at District Level ini, kami berharap seluruh pihak dapat semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam penanganan kasus. Tidak ada satu lembaga pun yang dapat bekerja sendiri,” ujar Ika.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan agar setiap individu yang membutuhkan layanan dapat memperoleh dukungan yang tepat, cepat, dan komprehensif.

 

Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Mardianti. Ia menilai forum semacam ini penting untuk memperkuat koordinasi antar lembaga sekaligus menjadi ruang bersama dalam mencari solusi atas berbagai tantangan penanganan kasus.

“Melalui forum seperti ini, kita dapat bersama-sama mencari solusi, memperkuat sistem rujukan, serta memastikan layanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” kata Mardianti.

Selain pembahasan kasus, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Community-Led Monitoring (CLM), yaitu pendekatan yang mendorong keterlibatan aktif komunitas dalam memberikan masukan dan umpan balik terhadap layanan kesehatan yang mereka akses.

Koordinator Pendamping Sebaya Yayasan Kompak, Andre, menyambut baik pelaksanaan CLM karena dinilai dapat menjadi wadah bagi komunitas untuk menyampaikan pengalaman dan aspirasi mereka terkait layanan kesehatan.

“Community-Led Monitoring dapat memperkuat suara komunitas dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan ke depan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan pembahasan berbagai kasus, mengidentifikasi tantangan di lapangan, memetakan sumber daya dan layanan yang tersedia, serta menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut bersama.

Melalui forum ini, PKBI Kepri berharap sistem rujukan dan koordinasi antar lembaga semakin kuat sehingga layanan kesehatan dan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih efektif, terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan penerima manfaat.

“Dengan koordinasi yang kuat dan keterlibatan komunitas, kualitas layanan kesehatan dan pendampingan bagi masyarakat di Kota Tanjungpinang dapat terus ditingkatkan,” tutup Ika. (stv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *