PKBI Kepri Perkuat Kemandirian Komunitas melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Digitalisasi Usaha
Tanjungpinang,PKBIKEPRI — Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kepulauan Riau (Kepri) terus berkomitmen memperkuat kapasitas komunitas dampingannya melalui Program Inklusi. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan Organisasi untuk Komunitas, yang berlangsung selama tiga hari di Bintan Agro Beach Resort pada 6–8 Agustus 2026 bersama .
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Direktur PKBI Kepri, Ahmad Syahroni S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kapasitas tata kelola keuangan dan kemandirian ekonomi bagi komunitas agar mampu tumbuh menjadi organisasi yang akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan di Kepulauan Riau. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung Koperasi Rumpun Usaha Sehati (RUS) sebagai wadah ekonomi komunitas.
Menghadirkan pakar di bidangnya sekaligus Kepala Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Bisnis Maritim Universitas Maritim Raja Ali Haji, Ibu Mirza Ayunda Pratiwi, M.Sc, hadir sebagai narasumber utama. Lewat pendekatan yang interaktif dan aplikatif, peserta tidak hanya diajarkan teori tata kelola organisasi, tetapi juga dibekali keterampilan praktis mendigitalisasi usaha dan membenahi keuangan harian.
“Saya ingin materi yang disampaikan tidak hanya berhenti pada pemahaman teori saja, tetapi peserta bisa langsung mempraktikkannya. Karena itu, pembelajaran dibuat interaktif melalui diskusi, simulasi, dan praktik yang dekat dengan kondisi usaha peserta. Karena kalau satu hari ini full dengan materi, peserta juga akan jenuh nantinya” Ujar Ibu Mirza Ayunda saat saat menyampaikan materi. Menurutnya melalui kebiasaan mencatat, memahami kondisi keuangan, serta menggunakan media digital sederhana dan sesuai dengan kebutuhan usaha Komunitas.
Dalam sesi inovasi bisnis, para peserta diajarkan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menyusun katalog produk. Berbekal foto asli dari barang jualan mereka, peserta dilatih mengolahnya menggunakan AI agar tampilan visual katalog menjadi lebih menarik, estetik, dan berkelas. Tidak berhenti di situ, peserta juga dibimbing langsung untuk mendaftarkan dan mengoptimalkan akun Google Business agar usaha mereka dapat dijangkau lebih luas oleh konsumen secara daring.
Sementara pada aspek tata kelola keuangan dasar, pelatihan menekankan pentingnya kedisiplinan dalam memisahkan uang pribadi dan uang hasil jualan. Kemudian, bagaimana Komunitas mengetahui potensi dan peluang usaha yang dimiliki oleh usaha individu maupun usaha kelompok. Untuk mempermudah proses pencatatan, para peserta diajarkan menggunakan aplikasi keuangan digital MyBisnis. Aplikasi ini membantu pelaku usaha di komunitas mencatat arus kas harian, menghitung keuntungan secara rinci, hingga menyusun laporan keuangan usaha secara rapi dan akurat.
Dampak nyata dan keberhasilan pelatihan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Kak Achik, salah satu perwakilan peserta dari komunitas, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKBI Kepri dan juga Ibu Mirza Ayuda sebagai narasumber. Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan kami di komunitas. Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami agar bisa mengelola keuangan organisasi secara lebih rapi dan profesional ke depannya,” ujar Kak Achik di akhir sesi kegiatan.
Melalui keberhasilan Program Inklusi ini, PKBI Kepri berharap komunitas dampingan khusunya Koperasi RUS, diharapkan semakin mandiri secara ekonomi dan tanggap digital, tetapi juga memiliki tata kelola kelembagaan yang kuat berkelanjutan serta akuntabel dalam menjalankan peran-peran sosialnya di Kepulauan Riau.(stv)